Total Tayangan Halaman

Rabu, 27 Oktober 2010

CARA PERHITUNGAN PARSTOCK

Untuk menghitung parstock yang digunakan didalam kamar tamu (guest room) rumusnya adalah :
JUMLAH KAMAR x LINEN YANG TERPASANG x PAR

CONTOH 1 :
Sebuah hotel memiliki 50 kamar twin, satu bed di pasang 3 single sheet, satu kamar terdapat dua bed, berarti sheet yang terpasang 6 pieces tiap kamar. Parstock yang digunakan 3 par single sheet. Berapa single sheet yang di perlukan ?
Diketahui :
- jumlah kamar = 50 kamar
- sheet yang terpasang = 6 pieces
- parstocknya = 3 par.
Ditanyakan :
- berapa single sheet yang diperlukan ?
Jawab :
50 x 6 x 3 = 900 pieces single sheet.

CONTOH 2 :
Hotel A memiliki 100 buah kamar tamu, yang terdiri dari 70 twin room, 5 single room, sisanya merupakan double room. Sheet yang terpasang 3 sheet tiap bednya. Berapa kebutuhan 3 par single sheet ?
Diketahui :
70 twin room
5 single room
25 double room
Sheet yang terpasang 3 sheet
Parstock 3 par.
Ditanyakan :
- berapa kebutuhan sheet dengan 3 par ?
Jawab :
70 x 2 x 6 = 840 twin
5 x 1 x 3 = 15 single
25 x 1 x 3 = 75 double
840 + 15 + 75 = 930 sheet
930 x 3 = 2790 sheet.
Maka kebutuhan sheet dengan 3 par adalah 2790.

CONTOH 3 :
Satu ruangan restoran terdapat 20 meja, masing-masing meja untuk 5 orang. Berapa table cloth serta napkin yang dibutuhkan bila parstocknya 3 par ?
Diketahui :
- 20 meja
- 5 kursi
- 3 par
Ditanyakan :
- berapa taplak serta serbet yang dibutuhkan ?
Jawab :
- serbet yang terpasang 20 x 5 = 100 buah
- linen yang dibutuhkan untuk 3 par :
Taplak meja 20 x 3 = 60 pieces,
Serbet makan 100 x 3 = 300,
Linen yang dibutuhkan 60 + 300 = 360 pieces.

LINEN PARSTOCK
Linen Parstock adalah jumlah persediaan linen yang diperlukan dalam operasi hotel. Jadi, parstock merupakan jumlah kelipatan dari jumlah satu kali pemakaian.
Beberapa pertimbangan dalam menetapkan linen parstock antara lain :
1. Rata-rata occupancy
2. Standard pemakaian
3. Kemampuan laundry dalam menyelesaikan cucian.
Linen parstock umumnya berkisar antara 3 sampai 5 parstock, tergantung kebutuhan dengan dasar pertimbangan diatas.
Minimal linen parstock adalah 3 par, dengan asumsi :
- 1 par terpasang,
- 1 par sedang dicuci,
- 1 par siap pakai (di linen room)
Linen parstock 4 par, dengan asumsi :
- 1 par terpasang,
- 1 par sedang dicuci,
- 1 par siap pakai (di linen room)
- 1 par cadangan
Linen parstock 5 par, dengan asumsi :
- 1 par terpasang,
- 1 par sedang dicuci,
- 1 par kotor
- 1 par siap pakai (di linen room)
- 1 par cadangan.

Materi : SEKSI LINEN {LINEN ROOM SECTION}


SIKULASI LINEN
Pada kenyataannya, linen akan menyebar ke setiap bagian yang menggunakannya, dan setiap saat pula bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Tempat-tempat dimana linen untuk sementara diam disebut "LINEN TERMINAL", jadi linen akan bergerak dari satu terminal ke terminal lain. Adapun terminal-terminal linen adalah sebagai berikut :
- linen room
- laundry
- kamar atau outlet (user)
Model sirkulasi linen :
- USER mengirimkan linen kotornya ke LINEN ROOM, kemudian LINEN ROOM mengantarkan linen kotor tersebut ke LAUNDRY.
- LAUNDRY mengirimkan linen bersihnya ke LINEN ROOM, kemudian LINEN ROOM mengantarkan linen bersih tersebut ke USER.

Materi : SEKSI LINEN {LINEN ROOM SECTION}

CARA MENYIMPAN LINEN
Agar awet, linen harus disimpan sebaik-baiknya. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam menyimpan linen. Yaitu :
1. Linen yang telah dicuci dan dihaluskan di laundry harus di simpan di atas rak penyimpanan dan diatur menurut ukurannya.
2. Lipatan linen harus menghadap ke luar agar dapat memudahkan penghitungan maupun pengambilannya.
3. Pengambilan linen harus dengan system FIFO (First In First Out). Hal ini di maksudkan agar umur linen (Long Life) tersebut mejadi panjang, serta tidak mudah rusak.

Materi : SEKSI LINEN {LINEN ROOM SECTION}

LINEN INVENTORY
Linen inventory adalah pengontrolan atau pengawasan persediaan linen yang dipergunakan dikamar, digudang room boy station, di outlet-outlet linen room, dan di laundry.
Mengingat linen merupakan perlengkapan hotel yang penting dan mahal, maka pengontrolan harus dilakukan secara rutin dan seksama. Hal ini tidak lepas dari tanggung jawab para supervisor di seksi masing-masing dan kerja sama dengan petugas di linen room.
Macam-macam Linen Inventory :
1. INVETARISASI HARIAN (Daily Inventory)
Inventarisasi harian merupakan pengontrolan dan penghitungan linen yang diadakan setiap hari di seksi masing-masing. Dilaksanakan untuk mengetahui jumlah persediaan linen-linen yang ada. Dan apabila ada kerusakan atau hilang dapat cepat diketahui.
2. INVETARISASI MINGGUAN (Weekly Inventory)
Inventarisasi Mingguan merupakan pengontrolan dan penghitungan linen yang diadakan mingguan di linen room atau di seksi masing-masing.
3. INVETARISASI BULANAN (Monthly Inventory)
Merupakan pengontrolan dan perhitungan linen yang diadakan yang diadakan bulanan dilinen room dan di seksi-seksi kamar, restoran, bar, banquet, serta outlet-outlet lainnya.

Materi : SEKSI LINEN {LINEN ROOM SECTION}

SYARAT-SYARAT LINEN YANG BAIK
1. Ruang linen dekat dengan laundry dan cukup luas.
2. Lantai terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.
3. Tersedianya rak untuk menyimpan macam-macam linen dalam jumlah yang cukup.
4. Adanya counter pemisah antara linen attendant dan tempat linen bertugas yang akan mengirim mupun mengambil linen yang bersih.
5. Tersedianya meja untuk melipat linen dan meja tulis.
6. Ventilasi udara memadai.
7. Fire Hidrant maupun Fire Extinguisher untuk menghindari kebakaran.
8. Tersedianya Trolly.
9. Tersedianya Mesin Jahit.
10. Tersedianya Telepon.

Materi : SEKSI LINEN {LINEN ROOM SECTION}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar