Total Tayangan Halaman

Jumat, 26 November 2010

Keindahan Dasar Laut Kita




Menggunakan snorkel
Saya merupakan orang yang menyukai laut dan pantai. Jika ada tawaran antara mendaki gunung atau menyusuri pantai, saya pasti akan milih opsi kedua ini, meski bukan berarti saya ogah mendaki gunung. Bagi saya, keindahan laut itu unik, indah, misterius, dan tidak terbatas.
Indonesia, yang merupakan negara kepulaun serta mempunyai garis pantai terpanjang di dunia ini tentu kaya banget dengan sumber daya alam. Konon National Geographics ke depan hanya berkonsentrasi mengeksplorasi laut hanya di di Afrika, Papua New Guinea dan Indonesia.
Membaca blog Dunia Laut asuhan Mas Iman Brotoseno, makin menyadarkan saya bahwa di negeri yang merupakan bagian dari pusat segitiga koral dunia, mulai dari Sulawesi Utara, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, sampai Papua, ini benar benar menyimpan keindahan dan kekayaan hayati yang luar biasa.
Saya pun pengen banget bisa nyelam, untuk lebih bisa melihat keindahan bawah laut yang menakjubkan itu. Namun sayang, waktunya yang belum kesampaian. Apalagi untuk bisa menyelam dan mendapatkan lisensi, dibutuhkan tes yang tak mudah.
Selain pengen bisa menyelam, saya tergila-gila dengan yang namanya kapal selam. Berbagai film yang bersetting kapal selam, pasti saya tonton. Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah film U-571, yang berseting masa Perang Dunia Kedua.
Salah satu hasrat saya masuk ke dalam kapal selam beneran, ya cuma terwujud pas berkunjung ke Monumen Kapal Selam di Surabaya itu.
Di museum yang merupakan badan dari kapal selam KRI Pasopati 410 buatan Uni Soviet yang pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda ini, benar-benar membuat saya terkesan dan makin jatuh hati dengan kapal selam.


Monumen Kapal Selam
Mengarungi kedalaman lautan dengan kesunyiannya juga merupakan petualangan yang luar biasa. Belum lagi teknologi mutakhirnya, dihiasi suara sonar khas yang berdenting dan tembakan torpedo, membuat kapal selam menjadi salah satu piranti canggih yang sudah ada sejak Perang Dunia Pertama.

Kapal selam Guinness
Cara mengikutinya pun gampang, tinggal mendaftar di situsnya dan ngisi data diri tanpa perlu melakukan sesuatu (kecuali berdoa supaya menang). [-o<
Jika menang, selain menikmati kemewahan sembari melihat-lihat pemadangan bawah laut, siapa tau kita bisa melihat paus pembunuh (Orcinus orca) yang populasinya sebagian berada di utara Norwegia. Ndak heran, mamalia besar ini memang menyukai laut yang dingin.


Paus Pembunuh (Orcinus orca)
Yang lebih keren lagi, di Norwegia, kita bisa ngeliat Aura Kasih Aurora Borealis, lukisan cahaya yang terbentuk ketika sinar matahari yang terjerat medan magnet bumi. Aurora diambil dari nama dewi cahaya pada kepercayaan Romawi, sedangkan nama Borealis berasal dari kata “Boreas” yang merupakan nama Yunani dari “angin utara”.

Aurora Borealis
Nah, akan sangat menyenangkan kalo misalnya saya menang, dapet kesempatan ngerasain masuk kapal selam dan menyelam ke dasar laut untuk ngeliat pemandangan dasar laut, melihat paus pembunuh yang terkenal lewat film Free Willy itu, kemudian berleha-leha menikmati keindahan Aurora Borealis.
Duh, mulai ngelantur, nih! :))
Jadi, keindahan dasar laut itu ternyata ndak hanya terumbu karang, ikan-ikan cantik berwarna-warni, tapi juga dunia gelap dan misterius yang dingin.

Jumat, 19 November 2010

Internet

Budaya Internet
Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.
Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah terebut sangat di untungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula di tingkatkan kesejahterannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.

Akses Internet
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/81/Computerkids.jpg/250px-Computerkids.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Anak-anak sedang menggunakan komputer untuk mengakses Internet.
Negara dengan akses Internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses Internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan di dukungnya Internet murah dan netbook murah, hanya saja di Indonesia operator kurang fair dalam menentukan harga dan bahkan ada salah satu operator yang sengaja membuat "perangkap jebakan" agar supaya si pengguna Internet bayar lebih mahal sampai ber juta-juta rupiah!!, lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses Internet adalah di kampus dan di kantor.
Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga dapat mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.










Sejarah Internet Indonesia

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search
Wikibook Sejarah Internet Indonesia berusaha mendokumentasikan berbagai kejadian penting dalam perjuangan Internet di Indonesia. Perjalanan Internet Indonesia sangat bertumpu dengan orang yang suka dan hobby teknologi informasi / komputer; sangat erat kaitannya dengan proses pendidikan dan pengenalan open source pada masyarakat Indonesia.
Sebagian materi awal Wikibook Sejarah Internet Indonesia di ambil dari hasil proyek penelitian Social Construction of Technology Research Group (SCoT) yang dilakukan oleh Dr. Joshua Barker dan Dr. Merlyna Lim yang dipublish online melalui melalui situs https://internetindonesia.wikispaces.com.
Terima kasih Dr. Joshua Barker atas kesediaan men-share hasil penelitiannya. Wikibook Sejarah Internet Indonesia awalnya di tulis di http://id.wikibooks.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia. Awal Agustus 2006, pengurus Wikibooks menyatakan bahwa buku Sejarah Internet Indonesia tidak sesuai dengan Wikibooks, oleh karenanya diungsikan ke situs wikihost.org http://wikihost.org/wikis/indonesiainternet.
Juli 2007, ujicoba Wiki di komunitas Speedy di lakukan. SpeedyWiki terinstalasi pada 17:01, 2 July 2007 oleh rekan Srilokopolo dari Telkom Multimedia dengan Main Page MediaWiki default. Naskah-naskah Sejarah Internet Indonesia di porting ke situs SpeedyWiki bulan Juli 2007. Artikel pertama di SpeedyWiki adalah Sejarah Internet Indonesia:Pra-Sejarah Internet 1970-1993 yang ditulis pada 06:41, 18 July 2007 oleh onnowpurbo. Halaman muka SpeedyWiki baru berubah mirip dengan apa yang kita lihat sekarang pada 06:51, 31 January 2008. Jadi dapat dikatakan "resmi" SpeedyWiki beroperasi adalah pada 06:51, 31 January 2008.
Semoga SpeedyWiki dapat lebih langgeng dan memberikan manfaat & inspirasi bagi bangsa Indonesia.
Merdeka!!

Kamis, 18 November 2010

Dia


Dia adalah Seseorang yang sangat aku sayangi dan aku cintai, seseorang yang selalu memendam permasalahan sendiri, selalu tampak tegar ditengah kerapuhannya. Selalu tersenyum ditengah kemarahannya, hal itu yang membuat aku sayang padanya, tetapi dia juga yang membuat aku terhanyut dalam kesedihan ini. Dia bernama Puteri, aku bertemu dengannya di sebuah acara kemahasiswaan, dia anak yang baik dan humoris, makanya gak heran dalam waktu singkat kami bisa berteman akrab, teman-temanku mengira kami pacaran dan mereka sangat mendukung. Aku hanya tersenyum geli melihat teman-teman ku menjahili dia, terfikir olehku apa benar yang mereka katakan. Tapi aku menepisnya, aku gak mau memikirkan hal itu, karena aku pernah bertekad untuk tidak pacaran sampai aku selesai kuliah dan aku berusaha menjaga itu.
Waktu terus berlalu, aku juga tak mengerti kapan rasa itu datang dan hinggap di hati ini, berawal saat kami bermain ke rumah Hilman, saat itu hilman mengajak ku keluar untuk membeli makanan, kami bercerita banyak hal sampai hilman menyinggung tentang Puteri dan pacarnya, aku terperanjat sejenak, tapi cepat-cepat kusembunyikan rasa itu, aku kembali bercerita seolah-olah aku tau kalau dia sudah memiliki pacar, baru aku tersadar hatiku sakit mandengarkan cerita dari hilman.
Sepulang dari rumah hilman, aku lebih banyak diam begitu juga dengannya, dia marah karena aku terlalu lama pergi bersama hilman, tapi bukan itu yang ku pikirkan, aku memikirkan diriku, ada apa denganku, aku hanya sahabatnya, mengapa aku cemburu dan sakit hati kalau dia memiliki pacar, mengapa tidak terpikirkan olehku kalau orang semanis dia pasti ada yang memiliki, dasar bego!. Aku tersenyum sendiri dikamar, mencoba untuk ceria, menganggap hal ini biasa dan pasti bisa ku atasi, aku bertekad pada diriku untuk menjadi sahabat yang baik, selalu ada disisinya saat suka dan duka.
“Semangat” teriakku pagi itu. Namun perasaan itu muncul kembali saat kami pergi makan di suatu café, disana dia mencurahkan semua isi hati yang selama ini di pendamnya, aku terkejut melihatnya menangis layaknya seorang anak kecil di hadapanku, belum pernah aku melihat dia seperti itu, ternyata dibalik keceriaannya selama ini tersimpan luka yang sangat dalam, aku terharu ketika dia mengatakan percaya padaku, aku sangat sayang padanya tapi aku tak mungkin memilikinya. Setelah kejadian itu dia lebih terbuka padaku tentang pacarnya yang selama ini dia tutupi, aku semakin mengerti bagaimana dirinya, makin memahami apa yang diinginkannya, harapku suatu hari dia memiliki seseorang yang benar-benar mengerti dirinya dan sayang padanya, walau hati ini hancur setiap kali mendengarkan dia bercerita tentang pacarnya. Akan tetapi yang tak ku mengerti, kerap kali dia mengatakan satu hal yang membangkitkan kembali perasaan ku, bahwa dia tak ingin melepaskanku karena aku telah menjadi sebagain dari dirinya, aku bingung, tapi aku juga gak punya nyali untuk bertanya kepadanya bagaimana perasaan dia terhadapku.
Sampai pada puncaknya aku tak kuat membendung perasaanku sendiri, aku mengatakan padanya kalau aku sayang padanya dan aku tau perasaan ini gak boleh terbina, aku hanya sekedar mengeluarkan uneg-uneg yang ada dalam hatiku, terserah dia menganggap apa yang penting hatiku lega, aku tidak akan membahas masalah ini lagi, karena aku berjanji akan selalu menjadi sahabat yang baik buatnya. Namun rasa sayang dan cinta sudah bersemi dalam hatiku, tak mudah untuk menepisnya, walau aku sudah berusaha, ternyata benar kata pepatah cinta itu datang tiba-tiba walau kita tidak menginginkannya, tapi setelah kita tau mengapa terasa sakit jadinya.
Entah mengapa, setelah kejadian itu dia makin perhatian padaku, aku gak pernah tau apa maksudnya karena dia tak pernah mengatakannya padaku, yang aku tau dia memberikan perhatian lebih dari biasanya, seakan-akan menjawab semua pertanyaan tanpa harus diungkapkan, aku gak peduli aku hanya ingin menjalani apa yang aku jalani sekarang, tidak mau berfikir yang muluk-muluk tentang masa depan, apa yang terjadi antara aku dan dia biarlah berjalan seperti sekarang ini, tanpa kata-kata tapi saling mengerti dan memahami maksud satu dengan yang lain, walau entah sampai kapan hal ini akan berlanjut, akupun tak tau. Tapi biarlah kisah ini berjalan seiring dengan waktu yang kami pun tak pernah tau akhir dari semua ini, tapi aku tetap berharap semoga persahabatanku tidak akan terpecah belah oleh perasaan yang hadir secara tiba-tiba ini, perasaan yang tidak pasti yang mungkin hanya datang sesaat(emosi sesaat) tapi, aku ragu……. benarkah cinta ini,s ayang ini hanya datang untuk sementara? benarkah selamanya aku akan aku akan bisa beRsikap seolah-olah tidak ada cinta yang datang?

Pengertian Komputer

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolah informasi" atau "sistem pengolah informasi." Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata "komputer", dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut disebut sebagai komputer.
Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.
Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer.

Cinta adalah kesunyian

Bertahun-tahun kemudian, berpuluh tahun kemudian, seorang pengembara tua berjumpa dengan seorang gadis belia.
Di senja yang gerimis itu angin berembus perlahan. Genangan air bekas hujan terserak basah. Ada bangku tembok di bawah rerimbunan pohon bunga bougenville, mereka duduk berdampingan. Daun-daun bougenville bergetar perlahan disentuh angin senja, bergoyang lembut, seakan-akan sedang menari.
”Ceritakanlah padaku tentang cinta.”
”Cinta?”
”Ya. Ceritakanlah padaku tentang kesetiaan.”
”Kesetiaan?”
”Ya. Ceritakanlah padaku tentang sebuah kenangan.”
Dan pengembara tua itu pun mulai bercerita…



* * *
Pada suatu malam yang sepi, di suatu masa, seorang petualang terjerembab di sebuah gedung kayu yang sunyi, seperti seekor kelelawar yang patah sayapnya. Hanya ada bekas-bekas kehidupan di situ. Di luar, suara binatang malam sesekali terdengar bagaikan sebuah simfoni. Ia terbaring sendirian. Letih, usai bertahun-tahun bertarung melawan dirinya sendiri. Bajunya tampak lusuh, begitu pun dengan celana jins-nya. Tampaknya sudah lama tak tersentuh air.
Asap rokok melayang-layang dari sela-sela jemarinya yang kurus. Lirih terdengar sebuah lagu di kejauhan. Where do I begin to tell the story of how great the love can be… Suara Nana Mouskouri yang sendu.
Setiap kali lelaki itu merokok, ia terkenang pada sebuah dongeng masa kecil. Kisah seorang gadis kecil penjual korek api. Tak seorang pun rela membeli korek apinya di malam Natal yang sendiri itu. Larut malam dalam lapar dan dingin ia nyalakan korek apinya satu per satu demi sedikit kehangatan.
Setiap kali ia menyalakan sebatang korek api, dialaminya mimpi yang indah: tentang ibunya tercinta yang telah lama pergi, tentang boneka–boneka kecil yang bisa bernyanyi, tentang peri-peri kecil yang lucu, tentang pohon Natal yang terang benderang… Setelah korek api terakhir habis disulut, ia pun mati kedinginan. Meringkuk beku. Sendirian. Petualang itu menikmati mimpi yang sama lewat asap rokoknya. Bermimpi adalah keasyikan hidupnya, sejak bertahun-tahun silam.
Petualang itu kini sedang hanyut menikmati lamunannya… Malam makin kelam. Di langit, rembulan tertutup awan. Nyanyian burung malam bergema di kejauhan.
Petualang yang sendiri itu memandang bara berasap di ujung sigaretnya. Tiba-tiba seraut wajah dari masa silam menyusup dalam bayang-bayang baur. Seraut wajah ayu yang pernah begitu lekat dalam hidupnya.
”Apa yang kau cari? Tak lelahkah kau bertualang?”
Sepasang mata bening menatap penuh kasih. Ada kehangatan di sana.
”Hai, kaukah itu? Bianglala Biru-ku? Bidadari kecilku?”
Secercah cahaya terbit sekejap dalam sepasang bola cokelat yang tadi redup.
”Tahukah kau, bertahun-tahun aku menantikan saat seperti ini. Pertemuan berdua saja denganmu. Dan kita bisa bercakap-cakap dari hati ke hati. Tentang kau. Tentang aku. Tentang kita. Tentang masa lalu. Aku tak terlalu serakah untuk mengajakmu berbicara tentang masa depan. Masa depanmu adalah milikmu. Mencintai dan memiliki adalah dua hal yang berbeda, dari akar yang berbeda pula. Kalau aku tak boleh mendapatkan keduanya, biarlah aku memilih yang pertama…”
Bibir indah itu tersenyum lembut. Jemarinya yang halus membelai wajah lelah itu perlahan-lahan. Dia telah menjadi seorang lelaki sekarang.
”Berhentilah bermimpi. Kau tahu, hidup tak akan surut ke belakang. Ia terus mengalir mengarungi kemungkinan-kemungkinan.”
Suara burung malam terdengar menyayat hati.
”Ah… tahukah kau, bertahun-tahun aku masih menyimpan gambarmu, gambar kita. Tak seorang pun kubiarkan menyentuhnya.”
Seekor tikus menyelinap cepat-cepat ke sebuah sudut.
”Aku tak akan pernah lupa saat pertama kita jumpa. Aku duduk di bangku kayu, kau duduk di bangku sebelahku. Mata kita bersitatap. Aku takjub dan kau tersenyum. Ada ibu guru di depan kita.”
”Itu sudah tujuh belas tahun berlalu. Waktu itu membaca aksara saja kita belum lancar, apalagi membaca hidup.”
”Masih ingatkah kau saat kita menunggu hujan di depan gerbang sekolah? Percakapan mata, gerimis yang tak mau reda, hanya ada kita berdua. Menunggu ibu masing-masing membawa kita pulang.”
Bibir indah itu tersenyum lagi.
”Tapi kenyataan membuat kita terpisah. Mereka membawaku jauh ke Timur. Dan aku hanya menjumpaimu dalam mimpi-mimpi malam, bertahun-tahun yang melelahkan. Suatu hari aku datang kembali ke kotamu dengan sekujur tubuh terluka. Sampai tiba malam itu. Kau datang padaku dalam selubung putih bertudung renda. Wajahmu begitu indah. Kita hanya berpandangan tanpa kata. Kucoba merenangi bola matamu, tapi tak ada jawab di sana. Tiba-tiba kau lenyap. Hilang. Aku terjaga di malam buta dengan dada sesak dan sekujur tubuh berpeluh. Esoknya seorang kawan memberi kabar tentang hari pastimu. Aku terlambat, kau tak lagi sendiri…”
Sepasang mata memandang sayu. Ada bening kaca di situ.
”Maafkan aku. Hidup tak pernah bisa direncanakan. Hidup sering kali begitu tiba-tiba. Lama tak kudengar kabarmu, lenyap bagai ditelan bumi…”
Asap rokok itu masih menari-nari.
”Tak perlu menyesali yang telah terjadi. Hidup bukan untuk dikalkulasi. Hidup ini buat dijalani… Ah, cepat sekali waktu berlalu, dan hidup terus mengalir seperti sungai tanpa kita tahu di mana akan bermuara. Terkadang sungai itu begitu luas dan tenang seperti Amazon. Tapi ada kalanya berliku-liku bagai sebuah meander. Tanpa kita sadari yang tertinggal hanyalah sedimen di dasar sungai. Atau malah tak menyisakan apa-apa. Bahkan sekedar kenangan pun. Kita memang tak mungkin mendapatkan semua yang kita inginkan dari kehidupan, bukan? Jadi, jika kita tak memiliki apa yang kita sukai, apa salahnya menyukai apa yang kita miliki?”
Nyanyian burung malam memecah kesunyian.
”Sejak itu, bertahun-tahun kucoba mengarungi kemungkinan-kemungkinan. Aku bertualang ke pulau-pulau sepi, bermain-main dengan mawar berduri. Beberapa kupetik dan coba kubawa pulang. Tapi pada akhirnya aku selalu gagal. Aku terlalu naif untuk sebuah dunia yang penuh kebohongan. Hanya kau yang membuatku damai. Kini aku sendirian. Sebatang ilalang liar di tengah padang gersang…”
Sepasang mata bening di raut ayu itu meneteskan butir-butir kristal.
”Berhentilah bermimpi. Berhentilah bertualang. Cobalah hidupi hidup seperti mereka yang lain…”
Petualang itu hanya tertawa. Bukan tawa bahagia, tapi tawa menahan luka. Dengan suara parau ia mengeja sebait sajak seorang penyair jalang: hidup hanya menunda kekalahan, tambah terasing dari cinta sekolah rendah, dan tahu ada yang tetap tak diucapkan, sebelum pada akhirnya kita menyerah… Sigaret di tangannya berhenti berasap. Perlahan-lahan bayang-bayang memudar. Lenyap bersama angin malam.

* * *
Senja telah lama merapuh, berganti dingin malam. Di puncak pepohonan, rembulan hampir purnama. Sisa hujan telah lama berhenti menitik.
Di bawah rerimbunan bunga bougenville, pengembara tua berhenti bercerita. Matanya menyimpan sebuah rahasia. Dengan hati-hati diambilnya sebuah biola yang sedari tadi tergeletak di sampingnya. Ia mulai memainkan sebuah komposisi. Sebuah sonata yang sedih, mengalun, mengiris, menggoda kesunyian malam.
”Sudah selesai ceritanya, Kek?” tanya gadis belia yang tekun mendengarkan kisahnya sejak tadi.
Pengembara tua itu tak menjawab. Kilau matanya seakan-akan menyimpan sebuah rahasia. Ia terhanyut dalam sebuah sonata yang sedih. Mengalun, mengiris, menggoda kesunyian malam…
Copyright © Sinar Harapan 2003

Rindu Puisi

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Tentangmu

Baru saja kutulis namamu di diary harianku
Belum habis semua rasa bahagia kutuang
Haruskah kini kutuliskan tentang lara,
tentang kesendirian yang tak kutau akhirnya ?
Ku tau kau takkan pernah menjawabnya
Sebab kau pergi saat ku masih ternganga
Terbuai segala pesona rasa jatuh cinta
Haruskah kurobek semua seolah tak pernah ada ?

Alasan Mencintaimu

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri

Penantian

Manusia tempatnya salah…
Tapi haruskah ku menyalahkanmu ?
atau menyalahkan hatiku sendiri
Yang tetap bertahan meski engkau pergi
Disini sepi… sayangku…
Tapi aku tak menangisi kepergianmu
Hatiku sunyi… sungguh sunyi…
Tanpa manis kata manjamu
Aku takkan menyalahkan siapa-siapa
Menunggumu ku takkan merasa sia-sia
Jika perpisahan itu adalah kejujuran hatimu
Biarkan puisi ini menjadi puisi penantianku

Tak Pernah Berlalu



Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Rabu, 17 November 2010

Cerita sedih sepasang kekasih



sedih giler tu......pastikan tisu berada di sisi anda...
Tersebut al-kisah 2 insan bercinta... yg laki tu nama Razak,
yg pompuan tu nama Fatimah. Razak ni panggil fatimah ni
sebagai 'imah' je (nak kasi nampak manje le tuh). imah
ni lak panggil razak ni 'abang' je cos diorang ni dah
close, lagi pun razak ni lagi tua drpd imah 4 tahun.
Entah macam mana, diorang ni kena berpisah dlm jangka
masa 3 tahun. Razak tu kena gi UK . lama gak tuh...
Imah ni kesepian le kat Singapura.
Since dah pisah lama gak.. then imah boring dok umah sorang
...Ada lak mamat yg bernama kamarul dtg jumpa imah. mula2
imah dgn kamarul ni kawan je, kamarul ajak gi shopping, gi
makan satay, gi bowling. Entah macam mana, hati imah
ni dah terpaut lak kat kamarul nih... maka hilang la bayang2
razak drpd hati imah..

Setelah genap 3 tahun.. razak pun pulang ke singapura. Beria2 le
mamat nih nak jumpa imah. belum sempat nak call imah, razak
ternampak imah dgn kamarul tengah date kat tengah2 town.
maka berderai le jiwa raga razak.. sedih je mamat tuh...
tak lalu makan. at the same time.. imah dok jalan2...
sembang le dgn kawan2 dia.. ntah camna dia dpt tahu kamarul
tu laki org. imah pun peras..cuba nak kembali kepada razak.
Masa tu dia lom tau lagi razak ni dah balik singapura.

Razak pun memberanikan diri dia... jumpa imah. dia gi le rumah
imah. muka razak masam je.. imah tanya le apasal masam.
razak cakap.."susah lah.. aku dah tau apa yang ko buat
masa sepeninggalanku" imah terperanjat... "err bila masa
lak nih.. aku setia apa..." kata imah razak berkata...
tersedu2.. " Aku sudah tau perhubunganmu dgn dgn kamarul
..." imah terdiam... "tamat lah hubungan kita disini sahaja
..." tambah razak. Razak amik gitar kapuk yg dibeli drpd UK
tu......seraya berkata " dengarlah lagu ini..., khas untuk mu..."
razak start nyanyi sambil menatap wajah sedih imah yg sedang
menangis...

I can tell by your eyes
That you've probably been crying forever
And the stars in the sky
Don't mean nothing to you
They're a mirror
I don't wanna talk about it
How you broke my heart
If I stay here just a little bit longer
If I stay here won't you listen
To my heart, ohhh, my heart

imah terdiam... masih menangis....razak sambung...

If I stand all alone
Will the shadows hide the colours of my heart
Blue for the fears
Black for the night's fears
The stars in the sky
Don't mean nothing to you
> They're a mirror

I don't wanna talk about it
How you broke my heart
If I stay here just a little bit longer
If I stay here won't you listen
To my heart, ohhh, my heart

"suara razak terus mendayu2....

"My heart, oh my heart, this old heart........."
"I don't wanna to talk about it, how you broke my heart.
But if I stay here just a little bit longer,
if I stay here, won't you listen
to my heart, oh, my heart? My heart, oh, my heart!"

razak ulangi phrase yg sama.......imah terdiam...walaupun
air mata masih mengalir...

My heart, oh my heart, this old heart........."
"I don't wanna to talk about it, how you broke my heart.
But if I stay here just a little bit longer,
if I stay here, won't you listen to my heart, oh, my heart?
My heart, oh, my heart!"

setelah tamat lagu yang dinyanyikan oleh razak untuk imah itu...
tiba2 mulut imah berkata ... " abang, imah nak beritahu
abang sesuatu" "katakan lah duhai imah" jawap razak dengan
suara perlahan... " err...... err..." kata imah dlm keadaan
bersalah..."katakan lah .. katakan lah imah.. abang sanggup
terima..." tambah razak...perlahan2.. imah berkata

"abang..."
"sebenarnya... imah tak paham bahasa Inggeris..."